Sabtu, 12 Januari 2013

Meresensi Novel | Ketika Cinta Bertasbih

Meresensi Novel | Ketika Cinta Bertasbih

1. Identitas Buku
    - Judul Buku : Ketika Cinta Bertasbih
    - Pengarang : Habiburrahman El Sirazy
    - Penerbit : Republika & Basmalah
     - Cetakan : Ke-3
     - Tebal Halaman : 477 halaman
2. Tujuan Penuliasan Buku
      -Sebagai media dakwah tentang ajaran islam yang di kemas sederhana namun tidak menggurui.
      -Menuliskan apa yang ada dipikiran pengarang yang sebagian pernah ia alami dan
        mengembangkan cerita itu ke dalam sebuah buku.
      -Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi.
3. Tujuan Penulis Resensi
     -Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas 9 Smpn 6 Tuban Tahun Ajaran 2012-2013
     -Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi.
     -Untuk melatih diri dalam bekerja dan sekaligus ingin memberitahu pembaca, segala ulasan
        seputar isi novel ini.
4. Keunggulan Buku
      -Novel ini menghadirkan kisah percintaan bukan sekedar terhadap lawan jenis tapi jauh
        mengungkapkan kecintaan terhadap Allah.
      -Merupakan salah satu novel pembangun jiwa yang penuh akan makna.
       -Gaya bahasa yang ringan dan alur cerita yang mudah dimengerti membuat pembaca seakan dapat
          melihat apa yang ingin diperlihatkan penulis novel.
        -Sarat akan pengetahuan.
        -Kata-katanya santun dan mudah di pahami.
        -Kertas novel menggunakan kertas quarto yang bagus dan bersih.
        -Perwatakan tokoh mudah dimengerti, dan di gambarkan jelas.
5. Kelemahan/kekurangan Buku
     -Cover  yang dengan foto Masjid Al-Munawarah, hanya menggambarkan latar / tempat cerita itu
        berlangsung, belum keseluruhan isi novel.
      -Untuk novel dengan pengarang yang sama dan konsep yang sama pula, latar yang dipilih kurang       
         variatif.

6.Ikhtisar Buku
            Setelah mendapat lamaran dari Furqon, Anna althafunnisa segera menikah dengannya walaupun sesungguhnya dalam hati Anna sudah ada perasaan terpaut pada lelaki yang pernah menolongnya ketika belajar di Mesir, tak lain ia adalah Azzam. Lelaki dari keluarga yang sederhana, tetapi dengan kesederhanaanya membuat kehidupan rumah berlangsung sengan penuh keharmonisan. Azzam adalah anak tertua dari empat bersaudara. Adiknya yang merupakan anak kedua, Husna adalah sang penulis cerpen yang terkenal dan mendapat penghargaan atas kerjanya itu. Lia, anak ketiga yang sedang studi S1 di universitas terkenal di Solo. Dan Sarah yang masih kecil dan merupakan anak terkhir Bu Nafis telah lama tinggal di pesantren di Kudus sesuai dengan wasiat Ayahnya sebelum meninggal dunia.
                Azzam yang baru pulang dengan disambut oleh keluarga yang telah lama merindukannya telah menyelesaikan S1-nya di Mesir. Setelah kepulangannya, Azzam dihadapakan pada berbagai permasalahan yang memang dituntut untuk diselesaikan dengan bijaksana. Azzam tidak ingin hasil belajar di luar negerinya sia-sia saja. Dia berusaha berbisnis jualan Bakso yang dinamai “Bakso Cinta” dengan penuh usaha, lumayan berhasil atas perjuangannya dan kekreatifannya. Dia juga diminta oleh Kyai Pesantren yang tak lain adalah ayah dari Anna Althafunnisa untuk mengajar Kitab al-Hikam kepada para santri.
                Hingga suatu saat sampai dihadapkan pada Zumrah yang bermasalah, karena kehidupannya yang tidak tertatur dan acak-acakkan, tak tahu bagaimana harus ia berjalan setelah melakukan perbuatan yang tak terpuji, ayahnya meninggal gara-gara ulahnya yang hamil sebelum menikah dan katanya pindah agama Karen pasangannya, tetapi semua itu ia lakukan Karen terdesak. Akhirnya dengan bantuan Azzam, dan Husna yang merupakan sahabatnya semenjak kecil, bisa mengakhiri permasalahannya dengan damai. Dan hubungan dengan keluarganya baik kembali.
                Setelah dirasa cukup untuk menikah, Bu Nafis, Ibunda Azzam memintanya untuk segera mencari jodohnya. Azzam pun menurutinya karena Azzam sangat mencintai Ibundanya dan keluarganya. Pencarian jodoh pun berlangsung dengan penuh pengalaman yang menarik. Berbagai usaha telah ia lakukan. Hingga ada satu yang terpaut pada hatinya, yaitu Vivi. Tetapi karena musibah yang Azzam alami dengan Ibundanya, ia tak jadi menikah dengan Vivi. Azzam dan Ibunya kecelakaan dengan Bus. Ibunda tercintanya meninggal dunia ditempat dan Azzam terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit karena pendarahan yang luar biasa. Setelah pengecekan, ternyata Azzam mengalami patah tulang. Karena ketabahan dan kecintaanya adik-adiknya yang merawat Azzam, ia pun berangsur-angsur mulai membaik.
                Anna yang telah menikah dengan Furqon, ternyata juga mengalami permasalahan yang cukup rumit. Sejak pernikahan mereka, tak sekalipun furqon menyetubuhi istrinya, karena penyakit yang dideritanya, HIV AIDS yang furqon dapatkan dari luar negeri ketika kuliah di Cairo. Tetapi Anna belum tahu tantang itu, karena perasaan furqon yang terasa telah menzalimi Anna dengan menikahinya, akhirnya Furqon putuskan untuk memberitahu hal itu kepada Anna. Tetapi, alhasil dengan penuh perasaan kecewa, Anna bercerai dengan Furqon dan menjadi Janda, tatapi masih berstatus perawan melihat ia belum pernah sekalipun direnggut keperawanannya oleh Furqon.
 Dengan penuh ridlo Ilahi, akhirnya Azzam dan Anna ditakdirkan untuk bersanding dipelaminan. Azzam yang sudah sembuh dari lumpuhnya melamar Anna yang masih perawan untuk menikah dengannya. Dan Anna pun menerimanya, mengingat Azzam adalah pemuda yang telah menjadi pujaan Anna ketika ia menolong Anna di bus ketika masih belajar di Mesir. Keluarga Azzam sangat bahagia sekali.
                Pernikahan pun mereka laksanakan, dengan Azzam yang membacakan surat ar-Rohman sebagai mahar dari pernikahannya itu. Dan kehidupan mereka berangsur-angsur membaik dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan rokhmah.
7. Nilai Buku
a. Kesimpulan : -Novel percintaan yang satu ini pantas di baca oleh siapa saja. Sesuai dengan          
      konsepnya, yaitu novel pembangun jiwa, novel ini dapat memberikan semangat pada   
       jiwa untuk lebih bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. selain itu,
       novel ini penuh dengan ilmu pengetahuan yang akan memperluas wawasan kita
        terhadap dunia.
     b. Saran :  - Penciptaan novel-novel seperti ini kalau dibuat lebih menarik lagi pasti akan terlihat
                              semakin bagus. Cerita lebih di selesaikan dengan Happy Ending yang baik, tidak  
                              menggantung.
                            - Amanah yang baik supaya lebih ditekankan ke pembaca sehingga semua pembaca
                               pastinya kalau melaksanakan segi-segi positif yang ada pasti kehidupan di masyarakat
                             akan berjalan dengan baik dan semakin harmonis.


0 komentar:

Poskan Komentar